Monday, April 28, 2014

Sebut Relawan Jokowi Dibayar, Emrus Dinilai Pengamat Kelas Sampah

Platmerahnews | JAKARTA - Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, mendesak Emrus Sihombing segera menunjukkan bukti bahwa Relawan Jokowi di media sosial adalah orang-orang bayaran.

"Emrus salah kaprah besar. Dia harus menunjukkan bukti bahwa Relawan Jokowi dibayar. Jika tidak, Emrus adalah kelas orang pinggir jalan, bicara tanpa bukti. Pengamat kelas sampah, sungguh memalukan," ujar di Boni di Jakarta, Selasa (29/4/2014).
         
Boni menduga, Emrus sengaja membuat pernyataan salah, supaya namanya melambung. Dia mau beranjak dari pengamat pinggir jalan atau kelas sampah, menjadi pengamat yang berkelas. Tapi caranya salah, malah semakin kokoh sebagai pengamat pinggir jalan.
          
Karena seorang pengajar di Universitas Pelita Harapan (UPH) tetapi bicara tanpa bukti, Emrus telah mempermalukan UPH. "Kalau dosen UPH saja sudah kacau seperti Emrus, apalagi mahasiswa. Saya khawatir lulusan UPH menjadi pembual tanpa bukti," tegasnya.
          
Boni mengingatkan, soal tudingan Relawan Jokowi dibayar, adalah soal serius buat bangsa ini. Mengapa, dukungan kepada Jokowi adalah manifestasi kebangkitan kesadaran politik rakyat, namun dipadamkan Emrus dengan menuding bayaran.
          
"Bagi seorang ilmuwan, tak ada hal paling memalukan selain bicara tanpa bukti. Itulah yang dilakukan Emrus. Ini mempermalukan UPH. Kasian UPH, mempekerjakan ilmuwan kelas sampah seperti Emrus," tutur Boni.

UPH Diminta Pecat Dosen Pembual
Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) meminta Universitas Pelita Harapan (UPH) segera memecat dosen pembual, Emrus Sihombing. Emrus mengatakan Relawan Jokowi dibayar, tapi tidak menunjukkan bukti.

"Sungguh menyesalkan, kampus yang diisi akademisi sebagai benteng terakhir kebenaran, dosennya justru membual, bicara tanpa bukti. Ini mempermalukan UPH," tegas Utje Gustaaf Patty, Sekjen DPP Bara JP di Jakarta Selasa (29/4).

Utje mengatakan, jika Emrus Sihombing tidak bisa menunjukkan bukti bahwa Relawan Jokowi dibayar, maka dia harus minta maaf kepada publik. "Jika tidak maaf kepada publik, kami akan unjuk rasa ke UPH agar Emrus dipecat, karena membual tanpa bukti," katanya.

Bagi Relawan Jokowi, UPH sebagai universitas bergensi, malah dinodai pengamat tidak bermutu seperti Emrus Sihombing. Relawan Jokowi menilai Emrus pantas dipecat, bukan karena menyerang Relawan Jokowi, tetapi karena bicara tanpa bukti.

Emrus bukan hanya melukai Relawan Jokowi Bara JP, tetapi juga ratusan bahkan ribuan kelompok pendukung Jokowi di seluruh dunia. "Kalau dosen bicara tanpa bukti, saatnya kampus dan universitas ditutup saja, karena mencetak pembual tanpa bukti," tandas Utje. (sam)

No comments:

Post a Comment

Personil Plat Merah

Personil Plat Merah

Text Widget

Mohon Maaf !

Sehubungan Website utama kami www.platmerah.co.id
dan www.beritaplatmerah.com sedang dalam perbaikan sehingga tampilannya belum sempurna,
maka untuk sementara berita-berita ditampung di blog ini.

Terima kasih