Friday, April 25, 2014

Begini... Cara Ampuh Pemkab Sumedang Mengentaskan Kemiskinan

Nama keluarga miskin akan diumumkan dan dipublikasikan di papan pengumuman yang ada di kantor desa
Foto: Ilustrasi, net*

Sumedang - Pemkab Sumedang menilai jika terus ada berbulan-bulan, maka orang yang terpampang tidak tahu malu karena terus menerus menjadi orang miskin. Atau setidaknya, terus menerus dikenal sebagai keluarga miskin.

Cara ini dianggap pemkab Sumedang merupakan salah satu upaya evaluasi program pengentasan kemiskinan.

Program ini sudah menggelontorkan banyak dana dengan melibatkan tenaga atau staf yang ada, namun jumlah keluarga miskin tak juga berkurang. Malah, salah satu kecamatan dan desa yang dinilai telah berhasil mengurangi angka kemiskinan, nyatanya malah menolak.

Pemerintah desa dan kecamatan mencari keluarga miskin lainnya dan tetap menuntut kucuran dana program pengentasan kemiskinan.

"Nanti keluarga miskin itu namanya akan dicatat atau ditulis pada semacam papan pengumuman yang ada di kantor desa agar diketahui banyak orang, masa iya sih ada orang yang mau terus menerus dicap sebagai orang miskin, kalau ada berarti tak tahu malu itu," kata Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dede Hermasyah, Jumat (25/4/2014).

Hal ini, lanjut Dede, bisa memberikan efek jera bagi warga yang mengaku-ngaku miskin padahal dia sebenarnya berkelimpahan. Maka bisa dilihat dari tahun ke tahun, ada peningkatan status atau tidak.

Menurut Dede, program pengentasan kemiskinan tidak hanya sebatas pada ketersampaian program kepada masyarakat sasaran. Melainkan ada esensi dari program ini yaitu bisa meningkatkan status masyarakat miskin menjadi tidak lagi miskin.

"Namun nyatanya, beberapa desa dan kecamatan malah marah dan kesal jika jumlah keluarga miskinnya berkurang," ujar Dede.

Dede menjelaskan, beberapa penyebab kemiskinan seseorang adalah adanya faktor fisik yang tak mampu untuk mencari nafkah. Perilaku penanganan kepada orang miskin tersebut berbeda.

Hal ini akan berbeda pula jika kemiskinannya disebabkan oleh kemalasan. Atau bahkan orang yang sebenarnya sudah bebas dari jerat kemiskinan malah dimiskinkan karena ingin mendapatkan bantuan program kemiskinan.

"Nah, jangan-jangan program ini hanya dirasakan oleh orang miskin yang sudah bebas terjerat kemiskinan tapi pura-pura miskin agar tetap ada bantuan," kata Dede.

Saat ini, diakui Dede, perilaku penanganan dilakukan sama untuk semua kategori dengan berbagai macam penyebab yang berbeda.

“Harusnya dibedakan satu sama lain sesuai kategori masing-masing. Kalau treatment-nya keliru, ya hasilnya pun akan keliru. Faktanya yang miskin di Sumedang tiap tahun tidak berkurang, cenderung stagnan. Berkutat pada angka 12 persen di atas angka provinsi dan pusat yang kurang dari 10 persen,” jelas Dede. (inilah/rus/jef)*

No comments:

Post a Comment

Personil Plat Merah

Personil Plat Merah

Text Widget

Mohon Maaf !

Sehubungan Website utama kami www.platmerah.co.id
dan www.beritaplatmerah.com sedang dalam perbaikan sehingga tampilannya belum sempurna,
maka untuk sementara berita-berita ditampung di blog ini.

Terima kasih