Tuesday, September 9, 2014

Jambore Pramuka Kwaran Slawi Digelar Hingga Rabu Mendatang

Plat Merah | Slawi, Jateng - Dalam rangka meningkatkan kemantapan mental, fisik, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan peserta didik dalam bidang Kepramukaan, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Slawi menggelar Perkemahan besar Penggalang dalam bentuk Jambore Ranting (Jamran).  Kegiatan yang dipusatkan dilapangan Desa Dukuhwringin Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal dibuka secara resmi oleh Camat Slawi, Abuseri SIP Senin (8/9). Penyelenggaraan berlangsung hingga Rabu (10/9) mendatang.

Pembukaan Jamran ditandai dengan pelepasan puluhan balon oleh Camat Slawi didampingi anggota Mabiran Slawi. Hadir dalam kesempatan itu, jajaran Mabiran Slawi diantaranya Kapolsek Slawi, Danramil Slawi, Kepala UPTD Dikpora Slawi, Drs Mintoro dan para Kepala SD / MI se Kecamatan Slawi.

Dalam sambutannya, Camat Slawi, Abuseri SIP selaku Ketua Mabiran menuturkan jambore penggalang SD/MI memiliki bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di jajaran SD maupun MI antara lain memantapkan mental dan fisik anak serta melatih untuk mandiri.

“ Gelaran Jambore ranting diharap mampu menjalin kerjasama dan silaturahmi antara siswa dan Pembina di pangkalan Gudep SD/MI di wilayah Kwarran Slawi,” Harapnya.

Ketua Kwarran Slawi, Drs Ahmad Dimyati melalui Ketua Panitia Jamran, Sudirno S.Pd menuturkan, Jambore Ranting (Jamran) diikuti oleh Pramuka Penggalang dari Gugusdepan (Gudep) SD / MI se Kwarran Slawi. Dimana masing - masing pangkalan Gudep mengirimkan 1 regu putra dan 1 regu putri dengan komposisi 12 orang setiap regu.

"Jamran diikuti 41 regu putra dan 41 regu putri se Kwarran Slawi atau setara dengan 936 penggalang," Jelasnya.

Kegiatan Jambore yang yang digelar dalam bentuk perkemahan diisi dengan kegiatan yang bersifat non lomba maupun perlombaan. Kegiatan tersebut antara lain kerohanian, Olahraga, bakti masyarakat, persaudaraan, permainan besar dan bumbung kemanusiaan.

"Kegiatan yang dilombakan antara lain penjelajahan, kaligrafi, pentas seni, pertendaan, dan permainan tradisional,” Ujarnya.
Ditambahkan, kegiatan Jambore bertujuant menanamkan rasa percaya diri, meningkatkan semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara. Jambore juga diharapkan dapat mempertebal budaya kerjasama yang dilandasi dengan pengabdian.

“ Kegiatan mengusung tema Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi dan Motto Cerdas, bersatu, mandiri, berkarakter untuk Pramuka Indonesia,” Imbuhnya.(Hid_PM)

Mindset Mahasiswa Harus Dirubah Dari Job Seeker Menjadi Job Creator

Plat Merah | Tegal, Jateng – Prof. Dr. Indrati Rini, SH. MS dalam orasi ilmiahnya mengemukakan bahwa Pemerintah telah mengucurkan program mahasiswa wirausaha pada tahun 2009 untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, tujuannya adalah untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap jiwa wirausaha berbasis ilmu dan teknologi (Iptek).
 
“ Oleh karena itu mahasiswa diharap dapat merubah pola pikir (mindset) dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta kerja (job creator),” Kata Prof. Dr. Indrati Rini, SH. MS saat kuliah yang berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Pancasakti (UPS) Tegal dengan dihadiri mahasiswa baru tahun 2014-2015, Senin (8/9).
 
Dikatakan, Dengan pola pikir mahasiswa yang berjiwa entrepreneurship maka pastinya mampu menjadi pelaku usaha yang tangguh, mandiri dan sukses dalam menghadapi persaingan global.
 
Perguruan tinggi agar terdorong untuk membentuk kelembagaan yang dapat mendukung program-program kewirausahaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran  para lulusannya. Keberhasilan perguruan tinggi dalam mendorong dan mengaplikasikan pembelajaran kewirausahaan dapat dilihat dari indicator jumlah mahasiswa yang berhasil sebagai wirausaha, terbentuknya model pendidikan kewirausahaan diperguruan tingi, terserapnya pekerja oleh mahasiswa wirausaha, kemandirian mahasiswa hasil wirausaha dan terbentuknya lembaga pengembangan pendidkan kewirausahaan yang tangguh dan mandiri.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, Kewirausahaan mahasiswa sebaiknya dilakukan melalui cara pembelajaran deprogram-program studi, penelitian da pengabdian masyarakat sesuai dengan standar nasional pendidikan yang bertujuan untuk memajukan iptek, nilai humaniora serta adanya pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.

“ Tujuan pembudayaan dan pemberdayaan ini, khususnya bagi mahasiswa dapat dilaksanakan melalui kerjasama antar seluruh komponen sivitas akademika. Mahasiswa yang mulai terdorong semangatnya untuk berwirausa seharusnya memahami terlebih dahulu hakekat wirausaha itu sendiri,” Tuturnya.
 
Kuliah umum bertujuan dalam rangka memantapkan kompetensi mahasiswa yang beretos kewirausahaan. Sebelumnya, sebanyak 1.289 mahasiswa baru dilantik secara langsung oleh ketua senat Prof. Dr. Wahyono, SH MS yang ditandai dengan pemberian jas almamater kampus kepada mahasiswa baru diacara sidang terbuka senat mahasiswa UPS Tegal. Sidang terbuka senat UPS Tegal dihadiri Rektor UPS Tegal, Ketua Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) Tegal, seluruh Dekan fakultas, Para dosen dan mahasiswa baru.
 
Dalam sambutannya, Ketua YPP UPS Tegal H. Imawan Sugiarto mengatakan, dirinya merasa bangga kepada para orang tua mahasiswa yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di kampus UPS Tegal. Dirinya juga menegaskan bahwa kampus UPS Tegal adalah pilihan tepat untuk menimba ilu pengetahuan sehingga nantinya akan mencetak lulusan yang tangguh dan mempunyai jiwa enterpreneurship sejati.(Hid-PM).

SMPN 2 Jatibarang Beri Bantuan Kepada Siswa Kurang Mampu

Plat Merah – Brebes, Jateng - Sejalan dengan program Brebes Pintar antara lain dengan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu, SMP N 2 Jatibarang memberikan bantuan berupa sepeda, tas dan sepatu bagi siswa kurang mampu. Bantuan diberikan sebagai upaya mengurangi angka drop out (DO) di sekolah tersebut.

“ Tidak ada alasan anak-anak kami drop out atau terlambat sekolah akibat tidak punya sepeda, tas ataupun sepatu,” Kata Kepala SMP N 2 Jatibarang Mokh Idi Fitriyadi SPd MM usai memberikan bantuan di lapangan olah raga sekolah setempat, Selasa (9/9).

Namun tidak sepenuhnya sepeda yang disumbangkan menjadi milik siswa tersebut. Karena bersifat bon pinjam alias menjadi barang inventaris sekolah. Idi berharap, lewat pemberian bantuan sepeda, tas dan sepatu siswa SMPN 2 Jatibarang yang berjumlah 964 siswa tidak mengalami DO.

Dijelaskan, sebanyak 266 bantuan diberikan kepada para siswa kurang mampu dengan perincian sepeda 7 buah, sepatu 63, tas 51 dan seragam pramuka 61.

“ Tahun sebelumnya kami berikan 15 sepeda, jadi sudah 22 sepeda yang disumbangkan ke siswa,” Tuturnya.

Bantuan diberikan dalam rangkaian hari olah raga nasional (Haornas) 2014. Disediakan pula doorprize bagi peserta lomba dalam rangka Haornas 2014. Lomba yang digelar antara lain jalan sehat, bola voly, pemandu sorak dan karaoke.

Pemberian bantuan disaksikan orang tua siswa penerima bantuan, kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Jatibarang Mulyono MPd, Ketua Komite Sekolah Drs Sudarno.

“Kami mengajak orang tua siswa penerima ikut menyaksikan pemberian bantuan agar mereka tahu bahwa pemerintah ataupun pihak sekolah sangat perhatian sekali kepada anak-anak yang kurang mampu. Jangan sampai siswa SMP 2 Jatibarang DO karena alasan keuangan ataupun alat transportasi dan alat tulis,” Terangnya.

SMP N 2 Jatibarang, selain membebaskan para siswa kurang mampu dari biaya pendidikan juga memberikan bantuan alat transportasi, pakaian dan alat tulis.
“ Apa yang menjadi problem para siswa kami akomodir dan dicarikan solusinya,” tambahnya. 

Pemberian bantuan selaras dengan program Brebes pintar yang telah menjadi program Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE pada tahun 2014. Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kab Brebes Dr Tahroni MPd beberapa waktu lalu bahwa para siswa kurang mampu dibebaskan dari biaya pendidikan.

“ Bagi siswa SD hingga SMA/SMK/MA, dibebaskan dari biaya pendidikan baik SPP maupun uang Pengembangan Pembangunan,” Terang Tahroni. (Hid_PM)

Monday, September 8, 2014

Selingkuhi Istri Teman,Uus Babak Belur Diajar Warga

“digerebek suami dan mertua,saat berada di dalam gubuk kebun”

Platmerah.co.id I Muara Enim,SUMSEL – "Air susu di balas dengan air tuba". Mungkin ini adalah pepatah yang pas dan cocok bagi Uus. Bagaimana tidak, Uus yang sudah di anggap keluarga sendiri oleh Sakrianto (suami nov), tega berselingkuh dengan istrinya. Puncaknya, Nov dan Uus tidak berkutik dan tidak bisa mengelak, Saat mereka kedapatan berada dalam sebuah gubuk (pondok) di kebun kelapa sawit Desa Muara Harapan Trans Unit VI, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan akhir pekan kemarin. Suami Nov sendiri, Sakrianto bersama mertuanya dan di bantu warga desa yang melakukan penggerebekan.

Warga yang kesal langsung menghajar Kus hingga babak belur. Penggerebekan ini sempat membuat heboh, warga mengira yang digerebek adalah kasus perampokan, tapi ternyata kasus perselingkuhan.

Menurut Sakrianto, dia sebenarnya telah lama mendengar kabar burung tentang perselingkuhan istrinya dengan Uus, namun dia mengganggap hanya isu saja. Pada malam kejadian, Nov yang telah dinikahinya selama 10 tahun itu tidak pulang ke rumah.

Ia diberitahu rekannya, bahwa Nov berada di pondok kebun kelapa sawit tempat Uus bekerja. Tanpa menunggu lebih lama, ia kemudian mengajak mertuanya dan warga untuk menggerebek istrinya. Betapa terjutnya dia mendapati istrinya sedang berduan dengan Uus di dalam pondok.

Diakui Sakrianto, Uus telah dianggapnya seperti keluarga sendiri. Uus pun pernah makan minum dan tidur dirumahnya. Dia tidak menyangka kebaikan yang diberikannya selama ini dibalas Uus dengan perselingkuhan. Sakrianto berharap keduanya mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Sungguh tega, Uus kepada saya. Kebaikan dan kepercayaan selama ini dibalasnya dengan berselingkuh dengan istriku," ujar Sakrianto yang bekerja sebagai juru parkir RSUD HM Rabain Muara Enim ini.

Sementara itu dari pengakuan Uus, dia telah menjalin hubungan dengan Nov hampir delapan bulan. Namun pada malam kejadian ia hanya tidur saja tidak berbuat apa-apa. Berbeda dengan pengakuan Kus, Nov beralasan menemui Kus karena mengantarkan angsuran kredit motor.

"Aku nih dek, cuma nganterke uang angsuran kredit be. Karena kemalaman, jadi aku nginap," elaknya. Saat ini keduanya telah di serahkan ke Mapolres Muara Enim untuk dilakukan pemeriksaan. (@ldo-PM)

Jajanan "Seks" di Kota Padang Bertarif Rp 250 Ribu - Rp 500 Ribu

Padang, Sumbar - Mungkin tak akan terbayang di benak Anda. Jika Anda berkunjung ke Ranah Bingkuang, maka salah satu jajanan khas yang tersedia di Kota Serambi Madinah Al Munawarah ini adalah jajanan seks. Demikian, dikutif BentengSumbar.com

Dimana Anda mendapatkan jajanan yang satu ini? Lokasinya tak berapa jauh dari objek wisata yang ada di kota ini. Tak jauh dari Pantai Padang, sangat dekat dengan Taman Budaya dan Museum Adityawarman. Tepatnya di kawasan jalan Diponegoro, di sepanjang jalan tersebut, mobil penjaja Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan senang hati akan menyuguhkan jajanan yang satu ini kepada Anda.

"Butuh cewek bang," sapa PSK yang ada di dalam mobil tersebut bagi pengunjung kota yang menikmati suasana malam di kawasan jalan Diponegoro.

Tarif mereka pun tak pula terlalu mahal, tergantung pesanan Anda. Ada dua paket yang akan ditawarkan kepada Anda, yaitu shortime dan longtime.

Paket shortime dengan tarif standar Rp250 ribu, dan longtime dengan tarif Rp500 ribu. Harga paket pun masih bisa dinego. Biasanya mereka akan menaikan tawaran terlebih dahulu, tergantung kelihaian Anda dalam melakukan negosiasi transaksi pembelian 'dendeng lambok' yang satu ini.

Soal hotel dan penginapan yang aman dari 'sebuan' Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun Anda tak usah ragu. Sopir merangkap germo yang menjajakan PSK tersebut sudah sangat tahu mana hotel dan penginapan yang tak tersentuh Satpol PP.

Anda hanya diminta mengikuti mobil penjaja PSK tersebut menuju hotel atau penginapan yang aman dari jangkauan Satpol PP. Bahkan, paket yang Anda beli pun bisa langsung termasuk sewa hotel.

Misalnya, Anda membeli paket shortime plus hotel, maka Anda cukup membayar Rp350 ribu doank. Itu pun masih bisa Anda tawar. Murahkan...????

Seorang Pembantu Diraba-raba Majikannya: Nafasnya Ngos-ngosan...


Bogor Seorang pembantu rumah tangga (PRT) YO (15) diduga dicabuli majikannya HR (40) di rumah pelaku di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Dalam aksinya, pelaku meraba-raba tubuh korban saat berada di dapur. Korban yang tidak terima perlakuan HR, kemudian melaporkan tindakan majikannya itu ke Polres Bogor Kota.

Dalam laporannya, korban yang ditemani rekannya LT (15) menjelaskan, aksi pelecehan seksual pada Minggu (31/8) sekitar pukul 11.00 siang. Namun karena merasa takut akan ancaman pelaku, ia baru berani melaporkan kejadian itu Jumat (5/9).

YO menjelaskan, saat berada di dapur, dirinya dipeluk dari belakang oleh pelaku. Saat itu situasi rumah yang kosong, membuat pelaku leluasa mencium dirinya secara paksa.

"Dia cium tengkuk dan leher saya secara paksa, karena saya menolak. Pipi saya berkali-kali dicium. Dia juga pegang payudara saya. Namun saya berontak. Napas pelaku ngos-ngosan gitu," kata YO yang masih anak baru gede (ABG) ini.

Ditambahkan korban, awalnya pelaku bersikap baik. Namun saat dirinya didapur untuk memasak air, majikannya tersebut datang dan langsung memeluknya dan mencium serta meraba payudaranya. Aksi pelaku terhenti, saat LT rekan korban datang.

TM, orang tua korban meminta, agar polisi menyelidiki laporan anaknya dan menangkap pelaku. Kasus pelecehan seksual ini, kini ditangani petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota..**

Personil Plat Merah

Personil Plat Merah

Text Widget

Mohon Maaf !

Sehubungan Website utama kami www.platmerah.co.id
dan www.beritaplatmerah.com sedang dalam perbaikan sehingga tampilannya belum sempurna,
maka untuk sementara berita-berita ditampung di blog ini.

Terima kasih