Saturday, June 28, 2014

Pengurus MWC NU Tanjung Dilantik

Platmerah | Brebes, Jateng - Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tanjung Brebes dilantik. Kepengurusan untuk periode 2014-2019 itu mengangkat janji dihadapan Nahdliyin (warga NU) se Kecamatan Tanjung. Mereka merupakan hasil konferensi MWC pada Akhir Juli 2013 lalu.
“Kepengurusan kami memang terlambat dilantik akibat banyaknya agenda politik dari pilkades, pileg, hingga pilpres, tapi program sebagai amanat konferensi telah berjalan dengan lancar,” tutur Ketua Tanfidziyah MWC NU Tanjung Kyai sodikin HS usai dilantik dihalaman Majelis Taklim Assidiqiyah Desa Sengon, Tanjung Brebes, baru-baru ini.

Kiai Sodikin dalam programnya akan menggiatkan terus lailatul ijtima. Pasalnya, di dalam lailatul ijtima bisa menjadi benteng perkuatan paham ahlussunah wal jamaah.
“ Sesuatu yang baik, harus terus dipertahankan dengan menggelar berbagai tradisi seperti dalam NU itu ada lailatul ijtima,” Katanya.

Dia juga menceritakan, betapa begitu mudahnya budaya memakai iket (tutup kepala dengan kain batik) bagi orang tua Brebes dan sekitarnya hilang karena tidak ada anjuran atau fatwa yang mewajibkan orang tua untuk memakai iket.

“ Begitupun dengan tradisi NU, kalau tidak ada keputusan dari para ulama untuk hukum hukum tertentu maka akan hilang, seperti tahlil, managib, barzanji, istighosah dan lain-lain tradisi NU,” terangnya.

Menurut Sodikin, keberadaan pengurus di desa-desa untuk menggiatkan tradisi lailatul ijtima akan lebih memperkokoh keberadaan NU dari ancaman paham lainnya. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua PCNU Brebes Drs KH Sodikin Rachman dengan cara membaiat para pengurus. Mereka yang dilantik antara lain Rais Suriyah KH Mudris Toyib SPdI, Katib Wahidin, Tanfidziyah K Sodikin HS, Sekretaris Solikhin SPdI dan Bendahara Mafroni. Dalam kesempatan tersebut juga dilantik 18 Pengurus Ranting (PR) Se Kecamatan Tanjung.

KH Sodikin Rachman dalam kata pelantikannya menghimbau agar bersabar dalam menjalankan roda organisasi. Pasalnya, menjadi pengurus NU tidak mendapatkan gaji apapun hanya berharap mendapatkan berkah dari Allah SWT.

“Jangan berharap untuk mendapatkan gaji karena memang tidak digaji, tetapi keberkahan pastilah akan datang tanpa disangka-sangka dari Yang Maha Kuasa,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk menjadikan organisasi yang sehat perlu dipatuhi tiga tanda-tanda. Pertama, siklus kepemimpinan harus berjalan sesuai dengan aturan organisasi. Bila masa khidmah pengurus lima tahun sekali harus konferensi tentunya harus dipatuhi. Meskipun pada masanya pengurus tersebut dipilih kembali.

Kedua, Ada Job description (pembagian tugas) yang jelas. Jangan sampai suatu organisasi hanya dipegang oleh ketuanya saja dari urusan penulisan, pegang uang sampai mencari dan membelanjakan uang untuk organisasi. “Masing pengurus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya sendiri-sendiri walaupun harus diwujudkan bersama-sama,” paparnya.

Organisasi yang sehat, lanjut Sodikin, harus ada Time Schedule atau program kerja dan rentang waktu pelaksanaan yang rapi. Jangan sampai menjalankan program kagetan, contohnya lagi musim pilpres terus rame-rame bikin istighosah mendukung pilihan tertentu. “Itu keliru, program yang benar ya yang dihasilkan saat konferensi dan direalisasikan pada waktu yang tepat,” tandasnya.(Hid_PM)

No comments:

Post a Comment

Personil Plat Merah

Personil Plat Merah

Text Widget

Mohon Maaf !

Sehubungan Website utama kami www.platmerah.co.id
dan www.beritaplatmerah.com sedang dalam perbaikan sehingga tampilannya belum sempurna,
maka untuk sementara berita-berita ditampung di blog ini.

Terima kasih