Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts
Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts

Saturday, April 11, 2015

Tenda Peneduh Diperuntukan Bagi Orang Yang Pandai Bersyukur

Plat Merah – Brebes, Jateng - KH Syeh Sholeh Basalamah Pengasuh Pondok pesantren Darussalam Jatibarang Brebes menuturkan di hari kiamat nanti ada tenda peneduh. Tenda tersebut, ternyata hanya diperuntukan bagi orang yang pandai bersyukur.

“Dihari kiamat nanti, ada tenda sejuk yang ternyata diperuntukan bagi orang-orang yang pandai bersyukur,” kata Syeh Sholeh saat mengisi pengajian Brebes Bersholawat bersama Habib Syeh bin Assegaf di Islamic Centre, Brebes, Kamis (9/4/2015) Kemarin.

Wujud syukur, kata Syeh Sholeh, yakni dengan mendirikan sholat lima waktu sehari semalam. Dan ternyata di dalam sholat itu mengandung itibar syukur dalam ucapan, hati dan gerak.
Ada jaminan dari Allah SWT, kalau kita bersyukur akan ditambah nikmatnya. Namun bila kufur, akan mendapat siksa yang pedih. 

Brebes bersholawat yang dikunjungi lebih dari 20 ribu orang tersebut menghadirkan Habib Syeh Assegaf dari Solo.  Pengunjung yang mayoritas syekhermania dari berbagai daerah itu memadati kawasan Islamic Center. Ada yang dari Cirebon, Tegal, Pekalongan, Purwokerto, bahkan dari Surabaya. Mereka memadati Islamic Center sejak bada Ashar. Ratusan polisi dan Banser ikut berjaga-jaga diberbagai sudut.

Mengawali konsernya, Habib Syeich mendendangkan Rindu Rosul, terus Ahlan wa sahlan bin nabi, kisah arrosul, allahu allah, qod kaffani dan lain-lain hingga mencapai 15 sholawat.
Tampak diluar area, tumbuh pedagang dadakan dengan menjajakan poster, peci, lampu dan jajanan. Begitupun ribuan motor dan mobil memadati Islamic Center sehingga banyak bermunculan tukang parkir dadakan pula. Acara yang digelar sejak pukul 20.30-23.00WIB.(Hid_PM)

Tuesday, April 7, 2015

Komunitas Langit Pitoe Ajari Anak Belajar Memasak

Plat Merah | Brebes, Jateng - Komunitas Langit Pitoe Desa Klampis Kecamatan Jatibarang Brebes, mengajak anak-anak belajar memasak atau Cooking Class. Kegiatan ini dimaksudkan agar mereka sejak dini bisa mengenal dunia masak dengan berbagai aneka menu masakan. Sehingga ketika berada di rumah bisa membantu orang tuanya di dapur dan tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermain.
“Kami sengaja mengajak anak-anak di desa kami untuk belajar memasak,” Kata Koordinator Langit Pitoe Fitri Nurjanah di sela acara cooking class di Rocket Chiken Jatibarang Brebes, Kamis (2/4/2015).
Dalam pembelajaran yang berlangsung sejak pukul 08.00 - 11.00 diikuti 20 anak usia 3-9 tahun. Mereka diajak untuk mampu mengoles mayonnaise, menata sayur mayor, dan meletakan chickem party untuk kemudian dibentuk menjadi burger. Kegiatan tersebut didampingi orang tua masing-masing, sehingga acaranya menjadi meriah. Diakhir acara, dipilih anak-anak yang mampu membuat burger paling rapi.  Kegiatan ini digelar atas kerja sama dengan Rocket Chicken Jatibarang.
Langit Pitoe berdiri sejak 2012, yang merupakan perkumpulan dari anggota Ikatan Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ranting Desa Klampis, Kec. Jatibarang.(Hid_PM)

Spendabes Sabet Juara Pertama Festival band

Plat Merah | Brebes, Jateng - Grup band Spendabes SMP N 2 Brebes dinobatkan sebagai juara pertama dalam festival band pelajar tingkat Kabupaten Brebes. Grup band asuhan Krisna Dewi dan Reza tersebut tampil memukau dihadapan dewan juri yang digelar di halaman SMK Negeri 1 Brebes. Sementara jumalah sekolah yang mengikuti festival band ini sebanyak 10 sekolah.

 “Selain menjadi juara 1, personil spendabes juga meraih juara sebagai The best gitar, vocal dan bass, ujar Krisna Dewi usai pengumuman pemenang, Rabu (1/4/2015).

Spendabes membawakan lagu Bendera dari Band Coklat dengan aransement terbaru. Liak liuk gitar nan tegas dan indah menghentak degub kagum penonton. Termasuk kepala SMP N 2 Brebes Tarwadi dan beberapa kepala sekolah yang turut menyaksikan perhelatan tingkat kabupaten Brebes.   Sementara juara 2 diraih grup band SMP N 1 Tanjung dan Juara 3 grup band SMP N 3 Brebes.

Kepala SMK Negeri 1 Brebes Drs Ali Subchi MPd mengatakan, festival band digelar selain untuk mencari bibit unggul dalam dunia musik, juga untuk mengisi waktu luang setelah anak-anak menempuh ulangan umum tengah semester.(Hid_PM)

Napi Yang Keluar Jangan Merasa Terkucilkan Dan Putus Asa

Plat Merah | Brebes, Jateng - Orang-orang narapidana (napi) jangan merasa terkucil ketika sudah keluar dari lembaga pemasyarakatan (Lapas). Pasalnya sebagai manusia mempunyai hak asasi yang sama dan berhak pula untuk berbuat yang terbaik untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat.
 
“ Manusia dijamin pasal 3 ayat 3 Undang-undang Nomor 39 tahun 1993 tentang HAM. Bahwa setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia tanpa diskriminasi,” Kata dosen UPS Tegal Siswanto SH MH saat menyampaikan sosialisasi dan desiminasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Lapas Brebes, Selasa (31/3/2015).
 
Dikatakan, dalam Lapas saja, Narapidana memiliki hak, apalagi setelah bebas. Jadi jangan sampai minder justru harus memiliki tekad yang kuat untuk membaktikan diri kepada keluarga, agama, bangsa dan Negara.
 
Didalam pasal 14 UU No 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, narapidana antara lain berhak untuk melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Mendapatkan perawatan rohani dan jasmani, pendidikan dan pengajaran, pelayanan kesehatan dan makanan yang layak, menyampaikan keluhan,
 
Juga berhak mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa lainnya yang tidak dilarang, mendapatkan upah atau premi atas pekerjaan yang dilakukan, menerima kunjungan keluarga, penasihat hokum atau orang tertentu lainnya.
 
Disamping itu berhak mendapatkan remisi, asimilasi dan cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan hak-hak lainnya sesuai dengan yang peraturan perundangan yang berlaku.
 
Hal senada disampaikan Iwan Gunawan SH dari Pengadilan Negeri Brebes yang menegaskan bahwa Warga Binaan Lapas Brebes yang berlatar belakang dari berbagai kasus, agar tidak mengulang kembali perbuatannya dan siap kembali ke kancah masyarakat.
 
Sosialisasi dan desiminasi digelar Bagian Hukum Setda Kab Brebes. Kabag Hukum Setda Brebes Suhintoro SH menjelaskan, kegiatan ini di ikuti 260 dan 10 tahanan wanita.(Hid_PM)

Saturday, April 4, 2015

Mahasiswa UIN Hilang di Gunung Sindoro, Tim SAR Sisir Lembah

Platmerah.co.id  |  Yogyakarta, - Pencarian terhadap Zaenuri Ahmad (20) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang tersesat atau hilang di Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah masih dilakukan. Tim SAR melakukan penyisiran di beberapa titik di sekitar wilayah sebelum puncak.

"Penyisiran masih dilakukan, teman-teman yang melakukan pencarian masih berada di sekitar pos 3," kata Basori, Ketua Pecinta Alam Sindoro, Grasindo di Posko Kledung, Temanggung kepada detikcom, Sabtu (4/4/2015).

Menurutnya sejak ada laporan orang hilang/tersesat di Sindoro, Tim SAR langsung melakukan pencarian. Fokus pencarian di tempat titik terakhir komunikasi dengan Zaenuri dengan teman-temannya. Dia tersesat karena terpisah dengan rombongannya.

"Kita fokus pencarian di kawasan Watu Tatah sebelum puncak," katanya.

Dia mengatakan sudah lebih dari 40 jam dilakukan pencarian dengan menyisir sekitar lembah di Sindoro. Beberapa lembah telah disisir hingga ke bawah, namun belum menemukan.

"Malam ini untuk sementara teman-teman beristirahat di Pos 3. Besok pagi akan kita lanjutkan pencarian," pungkas Basori.

Sumber:Detik.com

Thursday, April 2, 2015

Tim Intelijen Kejari Purwokerto Ringkus Buronan Kasus Trafficking



Sugeng Riyadi, SH: Buronan yang lain tinggal tunggu waktu


Plat Merah | Jawa Tengah -  Tim Intelejen Kejagung bekerjasama dengan Tim Intel Kejaksaan Negeri Purwokerto berhasil meringkus EDW (27) Warga Ciamis, buronan Kejaksaan Negeri Purwokerto dalam kasus Trafficking dan pemerkosaan atas korban JC (15), warga Purwokerto.


EDW, terdakwa   kasus tersebut  sudah satu  tahun lamanya menghilang saat hendak dieksekusi Kejari Purwokerto untuk menjalani hukuman atas putusan pengadilan di tingkat Kasasi. 

Kasus tersebut bermula saat korban JC (15), dibawa oleh Krn ke sebuah kafe di Jalan Dr Angka, Purwokerto. Sampai di kafe, oleh Krn, JC dijual Rp 800.000 kepada Edw dan Cnd. Krn divonis 3 tahun penjara.JC kemudian dibawa ke Hotel Horison, Purwokerto, saat sadar, JC terkejut karena ada seorang pria yang menindih tubuhnya dalam keadaan telanjang. JC kemudian lari keluar hotel, namun ternyata Krn sudah menghadangnya langsung menghentikan JC.Dari hotel JC kemudian dibawa oleh Krn kepada Dn dan Wwn (16). JC kembali disetubuhi oleh Wwn di dalam mobil saat menuju Hotel Angrek. Sedangkan Dn mengaku hanya meraba-raba tubuh JC. Wwn dan Dn akhirnya divonis 3 tahun. 

Tertangkapnya buronan itu, kata  Kasi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Sugeng Riyadi, EDW ditangkap pada hari Sabtu (28/3) sekitar pukul 13.00 WIB di rumah mertuanya di Cikopo, Bandung, EDW waktu ditangkap tak melakukan perlawanan saat itu juga ia langsung dikeler ke Kejari Bandung untuk kembali ditahan.”Proses penangkapan ini berawal tim Intelejen Kejagung melakukan pengawasan dengan adanya informasi EDW berada di Bandung” kata Sugeng Riyadi kepada Platmerah, Selasa (31/3) saat dikonfirmasi soal tertangkapnya EDW. 

EDW, menurut Kasi Pidum Kejari Purwokerto, sebelumnya sudah divonis selama 8 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, kemudian EDW mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Semarang, hingga akhirnya hanya divonis satu tahun penjara.Kemudian Jaksa Kejari Purwokerto Zaenal dan Ernawati mengajukan kasasi, saat kasasi tersebut EDW keluar penjara demi hukum sebelum adanya putusan kasasi. Hingga akhirnya keluar putusan kasasi, EDW kembali divonis selama 8 tahun dengan denda Rp 200 juta sesuai dengan Pasal 12 UU Nomor 21 Tahun 2007, tentang tindak pidana perdagangan manusia.“Kasasi turun pada tanggal 27 Januari dan saat itu terpidana sudah berada di luar. Namun, saat hendak dieksekusi terpidana tidak memenuhi panggilan, dan ketika dijemput dikediamannya terpidana tidak berada di tempat,Dengan tertangkapnya Buronan EDW ini, untuk penangkapan buronan yang lainnya tinggal tunggu waktu., ” ungkap Sugeng Riyadi. (Sutri/Fadholi)

Tuesday, March 31, 2015

Puluhan Wartawan Peliputan Kab. Tegal Kunjungi Monumen Pers Nasional

Plat Merah | Tegal, Jateng -  Sekitar 80 Wartawan baik dari media cetak, online, televisi dan radio yang bertugas meliput diwilayah Pemerintah Kabupaten Tegal Jawa tengah berkunjung ke monument pers nasional di Jalan Gajahmada Surakarta, Sabtu (28/3/2015) baru-baru ini. Perjalanan dan kunjungan para wartawan ini merupakan salah satu kegiatan Presstour yang digelar oleh Humas Pemkab Tegal yang baru dilaksanakan tahun ini.
“ Kunjungan ke Monumen Pers Nasional ini dilakukan agar para wartawan tidak melupakan sejarah mengenai peran pers dalam merebut kemerdekaan, sejarah pers tidak boleh dilupakan dan kita harus mengenal sejarah,” Kata Kabag Humas Setda Pemkab Tegal Supriyadi didampingi Kepala monument Pers Nasional Suminto Yuliarso.
Sementara itu Didepan para wartawan, Suminto menuturkan, bahwa monument pers ini merupakan harta karun pers yang sangat berharga. Monument pers ini juga banyak dikunjungi oleh pelajar, mahasiswa, rekan media dan masyarakat umum.Para wartawan juga berkesempatan melihat pemutaran film mengenai sejarah monumen Pers nasional. kepada wartawan, pihak monumen pers nasional juga membagikan kepingan kaset CD.
“ Kami sangat senang para wartawan dari kabupaten Tegal berkunjung ke sini dan disini kami persilahkan rekan rekan media untuk melihat keseluruhan yang ada di monument pers ini,” Ucap Suminto.

Selain ke Monumen Pers Nasional, pihak panitia presstour juga mengajak para wartawan berkunjung ke Malioboro Yogyakarta, candi Prambanan dan Pantai Indrayanti. Presstour dilaksanakan selama dua hari Sabtu-minggu (28-29/3/2015). 

(Hid_PM)

BOM Competition II Secara Resmi Ditutup

Plat Merah | Tegal, Jateng - Hj. Siti Masitha Soeparno Walikota Tegal menutup secara resmi Bahari Open Marching Band (BOM) Competition II Tingkat SD/MI, SMP dan Umum Kabupaten Eks Karesidenan Pekalongan Tahun 2015 di GOR Wisanggeni, Minggu (29/3/2015).
 
BOM Competition II merupakan perlombaan marching yang diselenggarakan oleh Persatuan Drumb Band Seluruh Indonesia (PDBI) Kota Tegal dalam rangka menampung bakat seni dan olahraga yang dikemas dalam bentuk pagelaran kolaborasi antara gerak dan lagu dalam marching band. BOM Competition II diselenggarakan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Tegal ke-435 Tahun 2015. 
 
Penutupan secara simbolis dilaksanakan dengan pemukulan drum oleh Walikota yang dibantu salah satu peserta. Walikota juga berkesempatan menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang usai pemenang diumumkan oleh penyelenggara. Ada 26 Tim yang berlaga dengan rincian SD/MI sebanyak 18 tim , SMP/SMA 5 tim dan umum 3 tim se-Eks Karesidenan Pekalongan.
 
Walikota mengatakan Pemerintah Kota Tegal akan terus support pada pengembangan olahraga, seni dan budaya di kalangan generasi muda.  Melalui forum penutupan BOM Competition II Kota Tegal, Walikota menyerukan semangat tak kunjung padam bagi group marching band yang saat ini belum beruntung meraih kejuaran. Sementara kepada group marching band yang meraih juara, Walikota mengucapkan selamat dan jangan berhenti berpuas diri pada kejuaraan ini saja.

Pada siang harinya, sebelumnya penyerahan hadiah, Walikota didampingi Ketua PDBI Kota Tegal Edi Suripno menyaksikan langsung penampilan para peserta lomba BOM Competition II berlaga di GOR Wisanggeni. 
 
Kota Tegal sebagai ikon drum band kini memiliki 135 unit tim drum band dari tingkat SD sampai SMA. Bahkan Pemerintah Kota Tegal sudah membentuk group marching band sendiri dan terus berlatih dan siap tampil dalam berbagai event yang diselenggarakan di Kota Tegal.
 
Edi Suripno mengatakan event BOM merupakan ajang mencari bibit atlet drum band Kota Tegal. Apalagi drum band menjadi cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Pekan Olah Raga (Porprov) Jawa Tengah. Disebutkan Edi, sebenarnya event kali ini pihaknya membatasi peserta. Untuk tingkat SD saja yang mendaftar sebanyak 32 tim, tetapi yang diperkenankan mengikuti lomba hanya 18 tim. Apalagi waktu pelaksanaan yang hanya dua hari. Jika peserta banyak, maka  waktu pelaksanaan bisa memakan waktu lebih lama lagi.
 
Dalam BOM Competiion II ini, keluar sebagai juara I dan juara umum tingkat SDMI adalah SDN Kaligangsa Kulon I Brebes, juara I dan juara umum tingkat SMP adalah SMPN 6 Kota Tegal dan sebagai juara I dan juara umum divisi utama Gema Nada Jagad Raya Brebes.(Hid_PM)

Monday, March 30, 2015

Bunda Sitha Hadir di Pameran Batik Khas Tegal di Yogyakarta

Plat Merah | Tegal, Jateng – Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno atau yang akrab dipanggil Bunda Sitha menghadiri pameran, bazaar, peragaan busana dan talkshow bertema “Pengaruh Batik Jogja Istimewa di Tegal” di Pendapa Wisma Kagama UGM Yogyakarta, Sabtu (28/3) belum lama ini. Kegiatan yang diselenggarakan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia 'Sekar Jagad' Jogjakarta sebagai ajang memfasilitasi para pelaku usaha batik Tegal untuk mengenalkan hasil kreasinya dan membuka akses pasar batik Tegal lebih dikenal di luar daerah.

“Tegal sebenarnya mempunyai banyak corak batik tulis unik yang merupakan perpaduan antara corak Mataram, Jepara dan Pesisiran. Hanya saja, belum banyak di kenal dikancah batik nasional, karena belum optimalnya produksi serta sosialisasi. Apalagi produksi batik oleh para perajinnya dikerjakan sebagai sampingan bukan pekerjaan utama,” jelas Walikota Tegal Hj. Siti Masitha.
 
Dikatakan, untuk mengenalkan dan mengembangkan batik, sejak 11 tahun yang lalu, Pemkot Tegal berkomitmen mengangkat batik tulis khas Tegal melalui 8 program promosi. Salah satunya mewajibkan seluruh PNS, pegawai BUMD, BUMN serja perbankan untuk mengenakan batik tulis khas tegal sehari dalam satu minggu dengan warna dominan biru.
Menurut Walikota, selain dipengaruhi corak mataraman yang dibawa Amangkurat I, batik Tegal juga dipengaruhi corak Jepara yang dibawa RA Kardinah (adik RA Kartini) yang merupakan istri Bupati Tegal RM Sajitno Reksonegoro IX. Melalui proses peleburan budaya tersebut corak batik Tegal menjadi sangat unik, ekspresif dan dekoratif

Untuk mengembangkan batik khas Tegal, Pemkot Tegal mengadakan lomba desain batik dan pagelaran batik, pelatihan membatik, pemberian penghargaan bagi maestro batik serta membuka akses bergabung dengan paguyuban pecinta batik seperti Sekar Jagad.
Ketua Umum Sekar Jagad Ir Dra Larasati Suliantoro Sulaiman disela kegiatan mengatakan corak batik Tegal banyak dipengaruhi motif-motif batik Yogyakarta (Corak Mataraman) yang sangat kuat.
Sejarah perkembangan batik Tegal sangatlah panjang. Pengaruh batik corak Mataraman masuk ke Tegal saat Raja Amangkurat I (Sunan Amangkurat Mas) dari Kraton Kasunanan Surakarta dalam pelariannya menyusuri pantai utara Jawa dan menetap lama di Tegal Arum (Tegal). Setelah Amangkurat I meninggal, batik Mataram yang dibawanya terus berkembang berbaur dengan corak pesisiran dari Tegal.
 
Dirinya menambahkan, ragam hias batik Tegal lebih merdeka dengan munculnya warna hijau. Hal itulah yang membedakan motif batik Tegal dengan batik Yogya, Pekalongan, Brebes maupun Kebumen. (Hid_PM)

Sunday, March 29, 2015

Penerapan PHT Skala Luas, Desa Pliken Surplus Beras



Platmerah | Banyumas - Kelompok Tani Sumber Rejeki III Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah berhasil meraih surplus beras.

”Hasil panennya 7 ton per hektara 1 kali MT (masa tanam, red) padahal kita sudah 3 kali MT sejak tahun 2013 mencapai sekitar 800 ton/tahun,” kata Sucipto Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki III Desa Pliken kepada Platmerah saat acara Penyelenggaraan Penerapan Pengendalian Hama Terpdu (PHT) Skala Luas Kelompok Tani Sumber Rejeki III Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Tahun 2015, Kamis (26/3) kemarin.
      
Acara yang diselenggarakan di lapangan Desa Pliken tersebut dihadiri Direktur Jenderal Perlindungan Tanaman Pangan, (NPC) Jakarta; Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jawa Tengah, Dari UGM, Prof Edi Martono; Kepala Laboratorium PHP Wilayah Kabupaten Banyumas, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Banyumas; Muspika dan Para Kepala Desa Para Ketua Kelompok Tani se- Kecamatan Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah.

Sumber dana yang digunakan untuk membiayai seluruh rangkaian kegiatan Penerapan PHT Skala Luas difasilitasi oleh FAO selama 2 (dua) musim tanam.

”Kegiatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Skala Luas di Kelompok Tani Sumber Rejeki III Desa Pliken yang dilaksanakan musim tanam Okmar 2014/2015 dapat berjalan sesuai dengan ketentuan teknis dan memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan kelembagaan tani dalam mendukung peningkatan produksi padi, jagung, kedelai sehingga tercapai swasembada pangan.berturut-turut.Kami juga mendapat bantuan alat pertanian pemotong/perontok padi (proses potong sampai jadi gabah) modern bantuan dari Gubernur Jawa Tengah,” terang Sucipto. (Fadoli/Sutri)

Personil Plat Merah

Personil Plat Merah

Text Widget

Mohon Maaf !

Sehubungan Website utama kami www.platmerah.co.id
dan www.beritaplatmerah.com sedang dalam perbaikan sehingga tampilannya belum sempurna,
maka untuk sementara berita-berita ditampung di blog ini.

Terima kasih