Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Wednesday, May 27, 2015

Dua Sekolah di Nagreg Diduga Salahgunakan Bantuan DAK

Foto: ilustrasi
Plat Merah | Kab. Bandung -  Dua sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Kab. Bandung, yakni SMP YP 17 Nagreg dan SMP Tri Bhakti Nagreg diduga kuat menyalahgunakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2015. Hal ini terungkap berdasarkan penelusuran tim investigasi media Plat Merah di lapangan, dimana kedua sekolah tersebut diduga hanya menggunakan anggaran bantuan rehab senilai ratusan juta rupiah namun hanya sebagian kecil saja dana yang dimanfaatkan, sedangkan sisanya atau sebagian besar terindikasi dikorupsi secara berjamaah.

Berdasarkan investigasi diketahui, SMP YP 17 Nagreg menerima dana DAK untuk bangunan ruang kelas baru sebanyak 3 lokal senilai Rp 449 juta tetapi pembangunannya terkesan asal-asalan. Sementara itu, ketua Yayasan YP H. Syarif hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi awak media.

Terpisah, SMP Tri Bhakti di tahun yang sama juga menerima bantuan DAK senilai Rp 650 juta untuk pembangunan 3 lokal ruang kelas baru dan rehab ringan sebanyak 2 lokal. Menurut nara sumber yang minta dirahasiakan identitasnya, kepada awak media menerangkan bahwa dana senilai Rp 650 juta dicairkan dua kali, yaitu pada tahap awal sebesar Rp 500 juta, "Seminggu kemudian cair lagi Rp150 juta. Dana tersebut banyak yang diselewengkan," ujar nara sumber kepada awak media.

Terkait hal tersebut, H. Encep Nurjaman selaku Ketua Yayasan Tri Bhakti hingga saat ini belum bisa ditemui oleh tim Plat Merah, begitupun saat dihubungi melalui nomor phonselnya ternyata tidak diaktifkan.

Menindaklanjuti dugaan tindak korupsi terhadap kedua lembaga pendidikan tersebut, tim Plat Merah mencoba mengkonfirmasi Kepala UPTD Unit III Solokanjeruk Sri Lasmi namun ia mengaku tidak dilibatkan dalam penggunaan DAK di kedua sekolah tersebut. Begitupun dengan kepala Gugus SMP Kec. Nagreg mengaku tidak mengetahui perihal penggunaan bantuan dana tersebut.

Salah satu nara sumber yang ditemui tim Plat Merah mengatakan bahwa dugaan penyimpangan DAK di kedua sekolah tersebut semakin kuat. "Bahkan,  salah seorang wartawan mingguan menerima sejumlah uang hingga hampir Rp 10 juta saat mempermasalahkan dugaan korupsi di kedua sekolah tersebut."

Ironisnya, yang memberikan uang tersebut, kata nara sumber, adalah Kepala Seksi Pengawasan Pembangunan di Dinas Pendidikan Kab. Bandung.

Sementara itu, Dadang, Kepala seksi pengawasan pembangunan saat dikonfirmasi melalui nomor selulernya mengaku tidak berwenang untuk memberikan tanggapan terkait dugaan penyelewengan bantuan DAK tersebut. Ia justru mengarahkan wartawan agar menemui langsung Kabid SMP di Dinas Pendidikan di Soreang.
"Saya tidak berwenang menjawabnya, silahkan langsung ke Kabid SMP di Soreang," katanya.

Hingga berita ini diturunkan tim Plat Merah dengan mengantongi sejumlah bukti-bukti berupa rekaman pembicaraan dari beberapa nara sumber yang mengatakan bahwa SPJ dari pembangunan sekolah tersebut belum dilaporkan. Dengan bukti-bukti tersebut, tim akan melaporkan dugaan tindak korupsi kepada pihak yang berwenang untuk mengaudit anggaran serta penegak hukum untuk mengusutnya. (TIM)

Friday, April 24, 2015

FORUM KOMUNITAS PERINDO DI INHU TERBENTUK

Gusnadi, Pengrajin Batu Cincin Sarolangun Berharap Perhatian Pemerintah


Foto : Gusnadi alias Pelana sedang mengasah batu dan Batu Cincin yang sudah jadi

Plat Merah | Sarolangun, Jambi - Hasil penelusuran Platmerah belum lama ini, di atas trotoar pinggiran jalan Sarolangun menjamur penjual bermacam jenis batu cincin yang didominasi berasal dari luar daerah, yaitu dari Kabupaten Rawas . Jenis batu yang paling banyak hasil bumi Sarolangun yaitu batu jenis Sarang Tawon. Padahal, ekspor batu sarang tawon ini sudah masuk pasar dunia. Terbukti warga manca Negara  asal Thailan pada bulan yang lalu meng-order batu Tawon lewat Husni Tamrin asal Sarolangun. Hasil bumi ini yang paling dominan diwilayah Kecamatan Singkut dan Pelawan. Di Kecamatan Singkut yang paling banyak dibongkar dari perut bumi di Desa Tanjung Raden.

Akan tetapi persoalan batu ini sampai merambah pasar khususnya di kabupaten Sarolangun sebahagian besar hanya penjual bahan mentah atau belum jadi dan terlihat sebahagian kecil   penjual bahan jadi itu dari luar Daerah

Salah seorang warga Sarolangun yang tinggal di RT 03 Kelurahan Sukasari berama Gusnadi (34) alias Kelana ditemukan Platmerah sedang menekuni  kerajinan batu cincin  atau asah batu pesanan konsumen.
 “Saya menekuni sebagai pengrajin batu bermodal satu buah dinamo garinda yang nilai Rp 750 Ribu Alhamdulillah saya bisa menghudupkan keluarga dengan penghasilan rata-rata perhari Rp 300 setiap hari,” ungkap Gusnadi, ayah dua anak ini.

“Pekerjaan ini mulai saya tekuni  dari bulan Agustus 2014 dan saya mendapat pesanan atau order bersal dari berbagai kalangan termasuk dari pegawai Prandigkop atau Pemda. Untuk yang dipesan berupa batu cincin, lontin, asal batu ada yang pengadaan sendiri ada juga yang dari saya,”  imbuhnya.

Dikatakannya, sekarang usahanya ini terkendala dari permodalan sementara pesanan ramai tetapi peralatan seadanya, sebab menurutnya usaha  tersebut pasar kedepannya cukup cerah.

“Maka saya sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah khususnya dari Dinas Prndigkop. Kalau kita lihat sekarang pasar batu yang menjamur di Kota Sarolangun ini hanya sebatas penjual bahan mentah tidak begitu terpikirkan akan suplay bahan jadi. Ini berdampak tidak menambah Income daerah, seharusnya sudah layak Pemkab membuat pasar penjual batu cincin,” tandasnya. (Rifaiduri)

Thursday, April 23, 2015

Janda Muda Dibunuh, Mayatnya Diperkosa

http://platmerahnews1.blogspot.in/2014/07/suami-pergoki-istrinya-sedang-indehoy.html
Riau - Nasib malang menimpa janda muda yang belakangan ini diketahui bernama Ramlah (25), ia dibunuh lalu mayatnya diperkosa oleh seorang pemuda bernama Ilham (17).

Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, mengungkap kasus perkosaan sekaligus pembunuhan terhadap seorang janda muda tersebut, yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dan sebagian tubuh terkubur.

"Kita masih dalami apa sebenarnya motif pembunuhan ini. Untuk sementara tersangka mengaku punya hubungan dekat dengan korban," kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z. Pandra kepada wartawan, Rabu.

Ia menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal dari sekelompok anak-anak yang tengah asik bermain menemukan mayat wanita pada Selasa lalu (21/4). Penemuan mayat itu berlokasi di sebelah sebuah gudang di Jalan Pelabuhan Desa Lemang Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Korban ditemukan pertama kali oleh anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi menemukan kaki dan warga kemudian melapor ke polisi," ujar AKBP Pandra.

Menurut dia, petugas langsung menuju lokasi kejadian dan menemukan bahwa tubuh korban masih lengkap namun badan bagian atas terkubur di dalam tanah. Setelah polisi melakukan pembongkaran, lanjutnya, mayat wanita itu ternyata tanpa busana dan tangan serta lehernya terikat benang nilon. "Kita perkirakan, korban sudah dibunuh tiga hari sebelumnya," kata AKBP Pandra dikutif Rima News.

Identitas jenazah tersebut akhirnya diketahui bernama Ramlah, seorang janda berusia 25 tahun yang tinggal di sekitar tempat kejadian. Dari keterangan saksi, ia mengatakan polisi mendapat informasi bahwa korban terakhir kali sempat terlihat berjalan bersama seorang pemuda bernama Ilham.

Tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap pemuda berusia 17 tahun yang bekerja sebagai buruh pabrik itu. AKBP Pandra menyatakan, Ilham mengakui telah membunuh Ramlah. Bahkan, tersangka juga berniat kabur dari Meranti setelah mayat korban ditemukan oleh warga.

"Ketika ditangkap, tersangka sudah bersiap-siap akan meninggal Pulau Meranti. Ini terlihat sejumlah pakaiannya telah dikemas," katanya.

Dari hasil pemeriksaan tersangka, pembunuhan tersebut diduga dipicu masalah asmara. Menurut Pandra, tersangka membunuh Ramlah karena janda muda itu menolak diajak berhubungan seks. Bahkan, ia mengatakan tersangka sempat menyetubuhi Ramlah setelah korban dipastikan tewas.

Meski begitu, Pandra mengatakan kuat dugaan pelaku pembunuhan tidak hanya Ilham saja. Sebabnya, tersangka mengaku melakukan kejahatan bejat itu bersama seorang kawannya.

"Tidak hanya Ilham saja, tapi ada temannya yang sama-sama sebagai buruh harian turut serta. Kita masih buru satu pelaku lagi," katanya.**

Wabup Muara Enim Buka Pameran dan Kontes Batu Akik Bupati Cup 2015

"Sekaligus Deklarasi Pengurus CGM 2015-2018"‎

Foto : Aldo/platmerahnews1, Wakil Bupati Muara Enim
 H.Nurul Aman SH tengah membuka pameran dan kontes
batu akik Bupati Cup 2015, di Gedung Kesenian Putri Dayang 
Rindu, Muara Enim, Kamis, (23/4)
‎Platmerah I Muara Enim,SUMSEL - Pelaksanaan Pameran dan Kontes Bupati Cup 2015, yang berlangsung selama 3 hari 23-25 April 2015, pagi tadi di buka oleh Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim H.Nurul Aman SH. Dalam kesempatan itu juga secara bersamaan di lakukan Deklarasi kepengurusan Community Gemstone Muara Enim (CGM) untuk masa priode 2015-2018.

Event sekala nasional ini diikuti peserta yang berasal  dari kabupaten/kota se- Sumatera Selatan dan Daerah-daerah lain nya di Indonesia.

Wakil Bupati Muara Enim dalam sambutan nya menyampaikan apresiasi nya kepada Community Gemstone Muara Enim (CGM) yang sudah melaksanakan event kontes batu akik yang pertama kalinya di kota Muara Enim. Ia pun berharap kepada Community-community Gemstone yang ada di Kabupaten Muara Enim untuk dapat mengangkat batu-batu asli yang ada di wilayah kabupaten Muara Enim supaya dapat terkenal.

Sementara itu, Ketua Panitia Pameran dan Kontes Batu Akik Bupati Cup 2015, Sapriadi Skom dalam laporan nya menyampaikan ucapan terima kasih nya kepada pihak-pihak yang sudah membantu (mensponsori,red), event perdana ini, terutama kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Muara Enim dan perusahaan-perusahaan yang ada di Muara Enim.

Ia juga menjelaskan, saat ini peserta yang telah mendaftar sejak hari pertama sampai terakhir, terdata sebanyak 500 peserta. Sedangkan, stand pameran panitia telah mempersiapkan sebanyak 68 stand, disamping menyediakan stand makanan.

"Peserta akan bertambah lebih banyak lagi mendaftarkan baik sebelum dimulainya kontes hingga di hari ke dua dan ketiga nanti, Mengingat banyak peserta yang ikut kontes berasal dari luar Muara Enim ataupun luar Sumsel," ujar Sapriadi yang akrab di panggil Adit.

Adit berharap, pelaksanaan pameran dan kontes batu akik Bupati Cup 2015 berlangsung meriah dan sukses, sebab even ini mengusung piala Bupati Muara Enim dan mengangkat nama Kabupaten Muara Enim di kancah Nasional.

Kontes batu akik bupati Cup 2015 ini merupakan bagian Grand Prix IGS (Indonesian Gemstone), dimana pemenang terbaik akan diikutsertakan dalam kontes batu akik pada Bulan Juni mendatang di Jakarta untuk merebutkan Piala Presiden RI.

Jadi, wajar saja kalau event ini sangat antusias disambut oleh para Gemslover dari penjuru nusantara. Terlebih lagi, dewan jurinya merupakan penilai yang berlesensi atau berkompeten yakni Indonesian Gemstone (IGS).

Acara ini bertambah semarak, sebab panitia telah mempersiapkan hadiah dengan total puluhan juta rupiah. Adapun untuk 9 kelas yang diperlombakan, yaitu kelas Chacedony merah, kuning, dan biru) kelas solar, kelas junjung derajat, kelas solar, kelas teratai, kelas badar, kelas kristal dan kelas lokal bebas Muara Enim). Belum lagi, doorprizes sepeda motor, TV Plat 32 inchi,  kompor gas, kipas angin, beserta puluhan hadiah menarik lainnya yang dipersembahkan dari pihak sponsor.

Pameran dan kontes batu akik ini berlangsung selama tiga hari dipusatkan di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu Muara Enim. Para peserta akan menampilkan berbagai jenis batu akik lokal maupun Nasional yang akan dipamerkan melalui stand yang telah  disiapkan oleh panitia
. (@ldo-PM)

Wednesday, April 22, 2015

Oknum Pegawai Desa Tobat Diduga Tilap Dana Banprov



Platmerah | Tangerang - Dana Bantuan Provinsi (Banprov) Banten tahun anggaran 2014 yang diterima tiap desa sebesar Rp 70 juta itu, ada alokasi untuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebesar Rp 12,5 juta diantaranya untuk penguatan lembaga Rp 2,5 juta dan pemberdayaan masyarkt Rp 10 juta. Namun yang terjadi di Desa Tobat Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang Banten, diduga tidak diberikan sepenuhnya oleh Oknum Staf Desa kepada ketua LPM Desa Tobat.

Ahmad Asmata, Penjabat Sementara (Pjs) Desa Tobat saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan, dana banprof yang diterima desanya sudah sudah dialokasikan baik untuk fisik maupun untuk lembaga-lembaga didesa dan Surat Pertnggungjawaban (SPJ) juga sudah dibuat,” itu sudah beberapa bulan kemarin pak sudah dikerjakan untuk paving block di kampung tobat dan SPJnya juga sudah dibuat,” katanya.
Lebih lanjut Asmata juga mengatakan, “adapun untuk yang lain lebih jelasnya coba tanyakan saja kepada Wawan yang menggantikan saya sebagai Sekretaris Desa(Sekdes) Tobat, karena dia juga yang menyerahkan dananya kepada lembaga desa seperti LPM,” imbuhnya.
Terpisah, H. Hasan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Tobat bahwa dirinya tidak mengetahui kalau ditahun 2014. “Kemarin ada penambahan anggaran, biasanya tiap tahun saya hanya menerima Rp 2,5 juta pertahunnya untuk lembaga kami,” akunya.
Hasan menambahkan, pada pencairan Banprov awal januari kemarin saya hanya menerima 2,5 juta saja dan sudah saya tandatangani saat saya terima uang itu juga kalau yang 10 juta saya tidak menerimanya oleh karena saya tidak tahu,” jelas Ketua Simpan Pinjam perempuan ini Kepada Platmerahonline di kediamanya kemarin.
Wawan Staf/Sekdes Tobat hingga berita ini diterbitkan susah dihubungi, seperti menghindar dari kejaran wartawan untuk dimintai keterangan. (Teja)

PTBA Segera Rehab Pasar Mambo Tanjung Enim

Akibat Beralih Fungsi Menjadi Cafe Remang-remang


Foto : Aldo/platmerahnews1, Rapat yang dilakukan PTBA 
bersama Tripika dan para pengelola warung di Ruang Rapat 
Kantor Pertanahan PTBA, Rabu (22/4)
Platmerah I Tanjung Enim,SUMSEL - PT Bukit Asam (PTBA) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, melalui Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul akan merehab bangunan Pasar Mambo Tanjung Enim. Hal ini dilakukan untuk merubah pandangan buruk masyarakat terhadap Pasar yang berdiri diatas tanah aset milik PTBA tersebut. Karena selama ini ditempat tersebut telah beralih fungsi menjadi kawasan kafe remang-remang yang menyediakan wanita malam dan minuman keras.

Sebelumnya ditempat tersebut, oleh Pemkab Muara Enim dan Tripika Lawang Kidul sudah beberapa kali ditertibkan, tetapi masih saja praktek haram itu masih jalan. Tentunya dengan adanya perhatian dari Pemerintah setempat dan PTBA, Pasar mambo akan dikembalikan fungsinya seperti semula sebagai pusat jajanan kuliner di Kota Tanjung Enim.

Hal ini terungkap dalam rapat antara Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul bersama manajemen PTBA, dengan melibatkan para pengelola warung di Kantor Pertanahan PT Bukit Asam Tanjung Enim, Rabu siang (22/4) yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam rapat tersebut para pengelola warung meminta kepada pemerintah dan PTBA untuk mencarikan solusi yang terbaik. Dalam rapat tersebut juga telah diputuskan untuk merubah akses jalan masuk pasar mambo.

Hadir Dalam Rapat tersebut, Jajaran Manajemen PTBA, Camat Lawang Kidul, Drs Asarli Manudin, MSi, Danramil 0404-05 Kapten Inf Sitohang, Kapolsek AKP Herli Setiawan, SH, Kepala UPTD Pasar Zulkifli, Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan M.Umar Toyib, UPTD Dishub, Kades Lingga, Kades Tegal Rejo, Lurah Pasar, dan para pedagang yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Ini merupakan pertemuan lanjutan bersama Pemerintah kecamatan sebelumnya. PTBA sebagai pemilik aset menginginkan semuanya dapat berjalan baik," ungkap Defi Darwis, Manager Pertanahan PTBA saat memimpin rapat tersebut.

Dikatakan Defi, Pasar Mambo ini dibuat untuk kepentingan masyarakat banyak, yang telah pindah dari Pasar Mambo lama di depan sekolah Muhammadiyah. Lanjut dia, setelah pertemuan ini disepakati bersama, PTBA akan merubah akses jalan masuk pasar mambo, selanjutnya halaman tengah akan dikonblok, dan diperbanyak lampu penerangan malam. Tidak hanya itu saja, oleh PTBA di Pasar Mambo nantinya juga akan di buat Pos keamanan bersama, yang akan dikelola oleh Tripika.

"Untuk mendukung kegiatan tersebut tentunya ada warung yang harus dikorbankan, untuk kemajuan bersama," tambahnya.

Selanjutnya, pihak PTBA akan memberikan waktu sekitar seminggu kepada pengelola warung yang terkena pembongkaran. Sebelum didatangkan alat berat untuk membuka akses jalan masuk Pasar Mambo yang baru.

"Untuk yang terkena gusur, PTBA akan mencarikan tempat lain masih di sekitar pasar mambo itu," imbuhnya.

Sementara itu, Camat Lawang Kidul, Drs Asarli Manudin MSi, mengungkapkan bahwa kegiatan penertiban Pasar Mambo ini berdasarkan perintah Bupati Muara Enim. Menurut dia, laporan masyarakat mengenai keluhan kegiatan di Pasar Mambo pada malam hari itu informasinya sudah sampai kepada Bupati Muara Enim.

"Kami, Tripika sudah beberapa kali melakukan penertiban di sekitar Pasar mambo, tetapi warung esek-esek dan miras masih beroperasi. Pengaduan masyarakat tentang ini sudah sampai ke Bupati. Selanjutnya Pemkab dan PTBA berinisiatif untuk mengembalikan pasar mambo seperti fungsi semula," ungkap Asarli dalam pertemuan itu.

Hal sama juga diungkapkan Kapolsek Lawang Kidul, AKP Herli Setiawan, menurutnya kegiatan setiap malam yang terjadi di Pasar Mambo sebelumnya itu menjadi momok masyarakat, dan ini menjadi permasalahan semua pihak. Kata dia, kegaduhan, dan suara musik remix yang keras sangat mengganggu ketertiban di lingkungan sekitar.

"Sudah beberapa kali unsur Tripika melakukan razia, tetapi masih terulang kembali, tentu kami sangat mendukung pasar mambo dikembalikan seperti fungsi semula," ujar Herli dalam pertemuan tersebut. (@ldo-PM)

Personil Plat Merah

Personil Plat Merah

Text Widget

Mohon Maaf !

Sehubungan Website utama kami www.platmerah.co.id
dan www.beritaplatmerah.com sedang dalam perbaikan sehingga tampilannya belum sempurna,
maka untuk sementara berita-berita ditampung di blog ini.

Terima kasih